Friday, 4 May 2018

Intern at GO-JEK


Intern at GO-JEK
Analyst
Dec 2017 - May 2018




[copy paste caption from my LinkedIn post - LOL]

Earlier this month, I completed my internship at one of Indonesia unicorn, GO-JEK. More than just a case-provider for my final-paper, it turns out to be one of the best 5 months in my life! The first 3 months, I acted as a Business Analyst Intern for Logistics product (GO-SEND & GO-BOX). Most of the time, dealing with business research and it was also my first experience on dealing with big data on real cases. Ever since I was given a pre-test to interview day, I know GO-JEK gonna be a great place for my own framework enhancement. I'm so happy that our team helped me a lot on figuring out things, so I can learn and work faster. The next 2 months, I was asked either to continue to different function as Operation Analyst, and I don't need to think twice. My decision was best since finally I can even expand more knowledge mostly in quick-decision making related to our daily operational. I really learn from the best! GO-JEK and this team, is what I called a perfect culture to grow whether in learning framework and experiencing things I've never imagined I would. Thanks for providing me with lots of fun and for trusting me for such an ownership like I've never imagined before. May our paths cross again in the future.

Monday, 23 April 2018

Bahas Feminisme di Kartini (WADIDAW)

Assalamu'alaikum sisturrr,
(((asik)))

Berasa masuk ke rumah kosong sumpah. Ini blog udah lama banget ga diurus, gak diisi postingan apa-apa. Wakakaka tapi sumpah kayaknya bentar lg gua bakalan lebih gabut dan jadi bisa ngeblog lagi, dan terutama berbagai postingan yang tertunda bahkan sekian tahun lamanya wkakaka... 

Jadiii, 

Kemarin hari minggu alhamdulillah gue, afi, sella berkesempatan untuk dateng ke salah satu kajiannya Prisma At-Tin (kayak organisasi remaja masjidnya gitu) yang khusus akhwat. Gue seneng banget nih tau kalo ternyata At-Tin ada Prisma prisma ini! Soalnya kadang kalo mau ikut kajian ke mesjid-mesjid jauh di tengah kota itu kayak yaAllah halangan rintangan menghadang banget :( (((alesan)))

Tapi ni mesjid like cuma 5km dari rumah! Lah girang benerrr :')

---

Tema kemarin itu tentang: Ada apa dengan Feminisme, Keadilan, dan Kesetaraan? 

Wadidaw.
Tempting bener ye temanya
Spesial dekat Kartinian di Kartini (Kajian Kemuslimahan Terkini). wkwk

Hari dimulai dengan, dzuhuran sekalian di At-Tin sambil nunggu Afi Sella. Terus gue sama afi langsung ke ruang seminarnya kan, subhanallah ternyata peserta pertama wkwk. Terus dandan2 dulu (?) #astaghfirullah

---

Eh btw ini pada sabar2 aja ye panjang postingannya?
Gue kalo nulis blog suka rada bacot dulu di depan :(
#ngumpulinnyawa

---

Oke,
Jadi kajian hari itu diisi oleh Ustdz. Nur Hamidah. Kalian bisa googling, beliau lulusan Al-Azhar Kairo wooowww. Terus masih ngajar2 gitu sampe sekarang, jadi menurut gue bawaan kajian pas hari itu enak parah. Karena bawaan guru jadi sistematis dan keibuannya dapet. Wah mantul. Mantap betul.

Sebelum bahas feminisme, yang gue suka, beliau itu start from conceptual basic banget. 
No. 
Bukan tentang, definisi feminisme itu apa?
Tapi: wanita itu apa? Wanita apa perempuan? 

Beuh.. 
Keder dah lo

---

Perempuan? Wanita?

Nih ya, slide pertama aja beliau langsung bahas kita sebagai manusia keturunan Adam dan Hawa. Manusia yang berasal hidup di surga, dan sedang tahap penyempurnaan menjadi makhluk yang lebih baik. Yang aslinya kita hidup di surga (dan ke sana lah "seharusnya" kita kembali tergantung amal dan perbuatan masing-masing), karena memakan buah khuldi, maka disinilah kita berada.. 

Di zaman Arab jahiliyah, itu tuh udah marak banget kalau wanita itu layaknya manusia tingkat 2 gitu loh. Yang ibaratnya tidak lebih dari sekedar pelayan, penggoda, dipoligamiin,  sumber petaka, wanita tidak berhak atas dirinya dan hartanya dsb.. 

Terus beliau nanya:
"Nabi Adam tuh makan buah khuldi karena digoda syaiton? Atau, karena syaiton ga berhasil, terus lewat perantara Hawa lah baru berhasil?"

Terus most of us, peserta kajian menjawab "Karena hawaaa ustad"

Ebusyeeet. 
Gitu kali yak reaksi doi pas denger 
(eh btw ini kalau ceritanya ada dialog di kutip itu kira2 ngomongnya kayak gitu yaa, bukan omongan persis karena saya ga rekam dan gapunya transkrip nyaaah. Jadi insyaAllah seinget saya semoga tidak ditambahkan atau dikurangkan intisarinya)

"Wah ini kalian semua sudah kemakan berita Israel yang tak lain dan tak bukan, adalah untuk membuat salah paham dan berujung menyesatkan bahwa perempuan itu akan selamanya sumber petaka. Bahwa kita semua di dunia sekarang tuh gara-gara perempuan"

"..." wadidaw ya diem dong kita semua :(

"Coba itu dibuka surat Al-A'raf ayat 19-22"

Eh bener loh bok.. :(
Buka deh sekarang. Itu bener-bener dibilang bahwa syaiton menggoda "mereka" (berarti Adam dan Hawa). Berarti disini artinya, bukan karena Hawa. 

Nah dari situ, berarti kita lah yang harus merubah mindset kita. Bahwa justru Allah tuh sayang sama makhluknya. Apalagi perempuan. Sampai-sampai Allah menurunkan surat An-Nisaa kan buat kita. Masya Allah.. 

---


Arab Jaman Jahiliyah

Arab pada zaman itu bener-bener diceritakan dimana kalau seorang istri melahirkan anak perempuan, maka sang suami harus rela dan siap menguburnya. Karena dianggap perempuan itu membawa petaka, dsb. Sedih banget :( dianggap manusia tingkat 2... 


Dan hidup perempuan pada zaman itu sengsara banget. 

Poligami.
Tapi poligaminya unlimited. :)

Makanya ustad heran, kenapa kita mesti sedih? Di surat An-Nisaa justru Allah SWT membatasi, dari kesemua istri yang dimiliki cukup pilih 4. Yaaaaaa karena istri nya dari 30 kali yakkk malih :')


Bukan kayak dari 1, nambah 2, nambah 3 geto. Jadi yaa pas gue diceritain ini gue kayak "oooh gitu ya ternyata"


Terus ditambah lagi, jaman dulu kalo anak perempuan ayahnya meninggal dan tajir, si anak ini kan jadi anak yatim, terus dijadiin deh tu istri-istri ke sekian oleh para lelaki. Nah 1/2 warisan ke paman anak perempuan, 1/2 ke suami. Lah enak lu jadi auto-horang kayah?????


Allah SWT Maha Baik, maka Dia turunkan ayat dimana itu harta mesti dibalikin. Naaah pada keliyengan kan tu suami-suami harus balikin harta mereka :') 


Udah gitu ditambah kewajiban suami memberikan mahar ke istri yang ingin mereka nikahi. Makanya deh, itu kenapa jadi ada treshold si 4 istri tersebut. Karena ya, dari pihak laki-laki juga harus mampu secara nafkah dan juga adil lahir-batin.. 


Boys, please noted. :)



---


Peran Kita Al-Untsa, Al-Mar'ah, dan An-Nisaa

Seperti yang udah gue sebut tadi, kalau di arab jahiliyah itu banyak banget lah era-eru yang disangkutpautkan dengan wanita. Sedih yah..

Oleh karena itu Allah kasih kita hiburan nih, yakni turunnya surat An-Nisaa. Ketahuilah bahwa surat ini diturunkan untuk menyelamatkan perempuan dan karena Allah memang sayang sama kita :') (emang deh ya Allah Maha Mengerti Wanita) #mantap

Terus ustad ngomong lagi,
"Lah tapi perempuan jaman sekarang dikasih surat An-Nisa malah nangis.. bukannya seneng. Nangisnya ternyata gara-gara isinya ada tentang poligami lah, tentang warisan perempuan yang cuma 1/2 dari laki-laki lah, dll dll"

Iya ya?
Gue juga kadang kalo mikirin poligami bawaannya mindset gue udah aneh-aneh "HADEH, mending gue cari surga dari jalan lain :(" (((tapi sampe sekarang w masih ber-mindset gitu huhu gimana yak)))
Astaghfirullah.. 
Tapi ternyata ada latar belakang dari semua itu

Terus ustadzah mulai sedikit bridging ke arah feminisme. 
Beliau cerita, katanya dulu pas mau ngajar di suatu tempat (?) temanya tentang Fiqih Wanita. Terus ada yang angkat tangan, "maaf ustad, hari ini kita belajar apa ya temanya?"

"Tulisannya sih Fiqh Wanita.."


"Wah kalau begitu berarti diskriminasi nih"


Lah lah lah? Gimana gitu kan ya belom juga ngomong udah digituin wkwk.. 


Kemudian beliau menjelaskan, bahwasanya Allah menyebut kita (perempuan) dalam Al-Qur'an itu ada 3 sebutan, yakni:


1. Al-Untsa

2. Al-Mar'ah
3. An-Nisaa

Ibaratnya kalo di kita mah kayak ada penyebutan, perempuan, wanita, cewek, nyonya, dll gitu kali yak. 


Kembali lagi, surat An-Nisaa seutuhnya diturunkan untuk menyelamatkan wanita dan bukti kasih sayang Allah SWT kepada kita sisters


Al-Untsa


Contoh ayat yang mengandung penyebutan Al-Untsa ialah QS 4: 11, 49: 13, 42: 49-50, 2: 222-223. 

Coba buka deh. Disitu disebut terjemahannya apa? Perempuan ya? 

Nah jadi Al-Untsa ini ditujukan atas:



  • Menunjukkan sex dan reproduksi manusia
  • Identitas gender sebagai ibu generasi
  • Wanita dari jenis kelamin beserta perangkat reproduksinya
  • Pria dan jenis kelamin & perangkat reproduksi 
Intinya adalaaaaaaaaah... :)
NGANU

Seseorang dikatakan Al-Untsa jikalau tidak memiliki dzakar. Jadi, dengan diberikannya kelamin oleh Allah SWT, maka dibebankanlah atasnya Al-Untsa dengan segala pertanggung jawabannya terhadap sex dan urusan reproduksinya. 

Nah, yang sedang dihebohkan di dunia luar itu kan Kesetaraan Gender yah? 
Jadi memang ternyata sex itu adalah sesuatu yg kita miliki (yang dikasih dari sononye), gender mencakup orientasi :) 

But the point is, Al-Untsa diserukan bagi mereka dengan jenis kelamin perempuan dan seperangkat alat reproduksinya. Dan penyebutan dalam setiap ayat ini berlaku bagi kita semua yang berjenis kelamin perempuan (Al-Untsa). 

Al-Mar'ah

Contoh ayat yang mengandung Al-Mar'ah ialah QS. 4: 128, 66: 10-11. Kalau disitu disebutnya apa coba? "Dan jika seorang perempuan khawatir suaminya akan..."
Perempuan (Al-Untsa yang memiliki suami) disini berarti artinya istri yah, kan punya suami? Al-Mar'ah menunjukkan status istri bagi suaminya, peran domestik dalam rumah (istri & ibu), wajib bertanggungjawab di akhirat sebagai pemimpin dalam rumah suaminya. 

Dan sejatinya tanggung jawab besar seorang istri/ibu mencakup 3: 
  • Sumur: kesucian & kebersihan
  • Kasur: simbol pelayanan teman seranjang (suami) & hasil ranjang (anak)
  • Dapur: manajemen dapur & harta
Nah pas bagian sini emang enaknya pake contoh2 gitu kan. Soalnya kayak praktikal banget gitu beb. Akhirnya ustad ngejelasin beberapa contoh

Sumur
Itu contoh ceritanya ada orang mau masuk surga, tapi pas dicek sholatnya bolong boloong.. huhuhu :'( padahal dia kayak udah sholat mulu gitu. Ternyata tuh kayak misalkan anak lo, lo ajarin cebok ga bersih. Yauda kesian deh, seumur hidup ntar dia sholat kagak sah :( (((langsung inget emak gue banget sih, soalnya dia anti-anak jorok))) insyaAllah
Terus yang kayak rumah harus bersih, dll. Wah, kalo masalah ini mah emang harus banget gak sih setiap umat? Tapi, kuncinya ada di istri dan ibu. Karena dia yang menanamkan ini dari kecil 

Kasur
Yaudahlah ya gitu dah

Dapur
Ini mencakup juga gimana kita mengelola harta dan membelanjakannya sehingga jadi urusan dapur (makanan) juga. Jadi ustad ngasih contoh, ada nih ceritanya sekeluarga, bapak emak anak mau masuk surga, tapi kena metal detector (?) #yoi

Nah pas dicek, suaminya halal kok nyari duitnya :(
Eh ternyata salahnya ada di istri, karena tiap belanja sayur ama cabe nawaaaaaar mulu. Ampe sedih dah itu yang jual. Nah itu tu buat ibu2 atau kita2 yg suka nawar, yang suka ngambil secara paksa. Terus ujung2nya kita nikmati. Astaghfirullahaladziim... ngeriii :'

Jadi gitu yaah. Gue seneng karena contoh2 sedetail itu di"ingatkan" kembali sama ustad, jadi berasa banget relevansi sama temanya. Bahwa kita, sebagai perempuan (istri) nantinya akan se-bertanggung jawab itu terhadap 3 tugas utama tadi. 

Kalau yang career mom gitu gimana dan dimana peran sbg istrinya? 

Se-sedikit apapun waktu yang kita punya saat sedang menjalankan "peran" sebagai istri dan ibu, itulah yang akan diminta pertanggung jawabannya di akhirat nanti. 

Misal, lo kerja berangkat jam 8, pulang jam 17. Yaudah kayak dari jam 17 sampe 8 paginya lagi, itu tanggung jawab lo. Kalo cuma punya 3 jam di rumah? Ya 3 jam itu, lo tetep bertanggung jawab jadi istri&ibu. Kalo anak lo minta sesuatu di kala itu, ya ibaratnya kita mesti jabanin sebaik mungkin gitu dah. Jadi bener2 gak ada alesan kalo career mom itu gaboleh berenti peduli sama anaknya. 

BEUH. (((inget baik-baik)))



An-Nisaa

Nah yang terakhir ini adalah An-Nisaa. Kita sebagai perempuan/wanita/whatever you called seutuhnya :)

An-Nisaa, kalau gue sih ya, ngartiinnya simply kita as a whole. Integrated. Kita sebagai yang berjenis kelamin perempuan, yang (insyaAllah akan) menjadi seorang istri & ibu, dan kita sebagai individu yang hidup habluminallah dan habluminannaas. Jadi nambah deh tugasnya:
  • Sumur
  • Kasur
  • Dapur
  • Hamba Allah
  • Anggota Masyarakat 
That's why ini suratnya disebut An-Nisaa karena ya memang mencakup multi-role ini :)
Karena Allah ingin kita menjadi wanita yang bertanggung jawab terhadap keluarga, diri sendiri, serta lingkungan sosial kita. 

---

Feminisme dan Fenomena Jaman Now

Naah, abis itu baru deh masuk ke bagaimana fenomena jaman sekarang (yang sebenarnya bahkan terbentuk dari jaman PD1). 
Feminisme itu menuntut hak kesetaraan kah?
Kesetaraan yang mana yang dituntut? 
Kamu kalo mau nuntut sesuatu harus jelas, karena nge-sue itu kan mesti jelas dulu kondisi "se-yogya"nya apa. Bolehlah dituntut kalo itu menyimpang dari kondisi se-yogyanya. 

Kesetaraan mencari nafkah kah yang kamu tuntut? Nafkah atau kariiiir? ...well :)
Kesetaraan gender kah? Hmm, gender itu maksudnya orientasi sex maksudmu?

Nah, ini kan sama Allah SWT udah jelas gitu loh di surat An-Nisaa dan seluruh ayat di Al-Quran tentang: "bagaimana seyogyanya berkehidupan di bumi". Yang salah aturannya atau kamunya? 

Jujur gue belom nangkep2 banget bagian iniii. Kalau ada yang mau diskusi boleh juga si. Kemaren kayak ada slide2 tentang sejarah dari PD1 sampe PBB dan sekarang gitu, cuma karena gak dig-deep jadi gue belum mendalami yaaaw

Gue lampirin aja yah foto2nyaaa? Soalnya gue belum ahli-ahli banget, jadi takut salah ngomong

Intinya, yuk sama-sama kembali menjadi wanita multi peran
Yuk sama-sama mengingatkan dan menyelamatkan :) 
Terserah mau sudut pandang kalian memandang dunia ini kayak gimana, yang penting 1, menurut gue sih hukum: "jalanin kewajiban dulu, baru nuntut hak" itu benar adanya.. :)
Hihi.. 





Tapi poin yang gue tangkap adalah, as long as kita tidak memenuhi dan "tidak chasing" menjadi An-Nisaa seutuhnya, maka buat apa? Toh hidup ini fana gitu loh. 

Dulu gue bandel guys :( sekarang juga belum baik.. dan ga akan pernah sempurna. Tapi gue selalu inget kalo Allah udah dikasih hints nya banyak banget dalam Al-Quran (buat perempuan, terutama An-Nisaa). Supaya kita bisa pulang ke rumah kita sebenarnya. 


Pulang ke rumah itu jauh guys...
Makanya jangan sendirian. Gue pun ngerasa alhamdulillah masih punya banyak temannn terutama mereka berdua ni, orang tua, dan keluarga yang mau diajak beginian (sesuai motto nama grup kita wakaka). Gapapa sama-sama belajar pelan-pelan ya :') 
Yang penting "pulang"nya jangan sendirian yah... 

Monday, 27 November 2017

Intern at Shopee


Intern at Shopee
Campaign Marketing
Aug - Nov 2017


[copy paste caption from my IG post - LOL]

My journey here was a total blast! 
I remember that one interview day with Ci Cindy, I brought my portfolio (too shy to show em at first) and told all my constraints as an enrolled student. By now, I'm still glad she let me join the squad after all :") One joyful ride to be a part of Campaign squad. From UGC to Flash Sale, all the competitive research, one appeareance in Shopee's instagram (?), getting involved in 10.10 till 11.11. Also Diskon Seru Wajib Serbu (karena kreatif emg harus ngasal dulu) finally come to real campaign for such a big event like 11.11. Thanks for involving me in so many ways, Shopee n Campaign! 
My last day was also very touching.. dear qaqa-qaqa tukang bully aquuu thanks for trusting me and glad to really know you guys! Startup is one of a hell ride: fun, real and challenging. Definitely a fast paced environment, high flexibility, youthful. It's a hell... Hell Yea!!! 🔥🔥🔥 #lifeatshopee#shopeeindonesia #campaignsquad#suzyfansclub (PS: bakal kangen dibully, karena bully-an nya lucu jd aq gabisa mara :" bakal kangen jajan dibawah, selera humor, kk kk GD, dan semua obrolan grup skype... bae2 ya semuanya. see you on top! :")

Friday, 10 March 2017

Mengheningkan Cipta

Ahhh...

Baru saja merasakan puncak kejenuhan dan kesalahan 2017 hari ini and very very early... I don't know why. 

Ngga tau kenapa rasanya ingin sekali buat postingan ini. Mostly about academical experience I had. Just to let you know that I've had tough years backwards. Yes, you don't misread, year(s). Benar-benar sedang di tahap dimana kok rasa-rasanya gue tidak pernah mendapatkan hasil bagus nan memuaskan in any occassion sejak masuk kuliahan. Well, gak bisa dipungkiri juga kalo memang hasil berbanding dengan usaha dan mungkin usaha gue tidak cukup kuat jika dibandingkan dengan teman-teman lain sehingga selalu pas-pasan.. 

Intinya sih, lelah jadi pas-pasan. Atau bahkan kurang?

Gak bermaksud buat menjadi rendah diri.. tapi emang cuma lagi pengen ngomong apa adanya. That I haven't achieved any goals that I set for my grades ever since I stepped into industrial engineering. 

Just by today, jadi ceritanya habis kuis. Dan gue setolol itu untuk "tetep" salah jawab, meanwhile most of my classmate gain an excellent 100. Kuisnya cuma 3 soal, UDAH PERNAH dijadiin PR, and very very simple. Tapi kayak TETEP AJA ADA yang SALAH NGITUNG? Capek gak sih? Capek jir..

Sebelum kuis juga nanya sama temen-temen, "belajar gak?" pada jawab sekenanya. Kayaknya sih pada belajar-belajar-an aja nih padaan. Maksudnya ya baca-baca aja gitu. Gue juga gitu. Berhubung sebelumnya udah pernah tugas, ngerjain sendiri dan ngerasa bisa, jadi kayak ngerasa aja gitu soalnya pasti ga jauh-jauh dari situ? Jadi cuma baca-baca juga gue semalem.. 

Ada juga yang bilang belom belajar. AND TURNS OUT... dia kayaknya 100 gitu loh. Gue seneng pada 100, tapi ya pengen juga gitu loh. I be like, duh...? Can't I just be like that for once?!

Gue like literally jarang, atau bahkan gak pernah, tu yang namanya gak belajar terus tbtb 100? Kalo hoki mungkin yes. Capek bgt jing. Ngerasa setolol itu. Sepanjang jalan pulang terus mikir "ay, lo fix bego banget. Soalnya udah pernah dan gampang, tapi lo gak 100". Gue dari planet mana ni mon maap?!

---

Throwback lagi beberapa hari lalu, 

Seorang temen lagi mau ngurus KP, jadi dia bawa kan transcript dan segala macem dokumen. Gue iseng sih pengen liat aja bentukan proposal KP kayak gimana, soalnya belom bikin. WOY. IPK NYA 3.7 DONG?!

Setelah yang kita lalui bersama???
Prolin
PPIC
Kanban
TLP
AKI
(ini mah emang gue yang jelek kali?) LO MASIH BISA SEGITU??? Luar biasa sih... ingin. :')

Yaudah akhirnya ikhlas aja kan tu daripada mengenang-ngenang kebodohan diri di masa lalu di matkul-matkul mematikan itu

---

Terus baru aja ditolak lomba. Kalah gitu maksudnya baru preliminary awal...

Bertiga sih lombanya. Eh tapi, yakali dah ama lomba aja lo ditolak? Sedih uga. Throwback lagi Januari awal, ikut lomba sama temen. Kita yakin banget ini lomba potensial menang, soalnya publikasinya ga bagus, jadi pasti yang ikut dikit. HEHEHE :))) Eh goblo uga, ternyata peserta yang pada ikut yang udah langganan ampe 7 tahun dong?! Mohon maap. Kubur lagi ae tu mimpi..

---

Seketika gue menyadari, bahwasanya akhir-akhir ini sedang banyak skip sholat Subuh. :(

Maybe that's the only reason of why I will never have a miracle in my grades. That maybe I never have a stable-constant prayer for years..

Then I believe..

It's okay to ask something impossible to God. I believe, it's a 100:101 ratio between effort and prayer. Which means, I should've let myself pray much harder than ever. 

By this time, I confess that I've just belittle the power of prayer. That I forget, Allah is so much bigger than all my problems and all my anxiety. All I need is to ask. Ask. Ask. What a priviledge to do so...

---

Back to a year ago, ketika banyak banget mengalami penolakan. Ignorance is following me wherever I go. Ketika ditolak menjadi asisten lab, yang hingga kini gue ngga tau kenapa, hingga berujung trauma dan enggan untuk melakukan apa-apa. And how I wonder someone that maybe didn't want it as much as I did, ended up getting whatever I (wish) I had right now. 

Back to a year ago, while I still have a boyfriend. (Yes, I also broke up this early year). Or simply, someone to talk to. Since I don't belong to any peer group in college, I feel like mostly all alone. It sometimes bothers, but I don't take it seriously. Well anyway, at this moment I don't have someone to talk to. My besties are busy on their own. So, since breaking up I must keep these things and feelings all alone..

---

All these failures lead me to one deep thinking which is, "am I not that good?". Like it's happening, when you don't know whether to continue and try harder to escalate your poor little life, or just simply go with the flow and be happy for whatever the result? 

Dan jujur... karena semua hal-hal kecil yang bikin salah gini, gue sekarang jadi ngerasa takut banget kalo gagal. Karena kayaknya apa aja salah gitu. Semacam menjadi terlatih untuk menerima hasil apa adanya

Terkadang kalo ditanya sama temen, kalo udah gede mau jadi apa. Gue jawab simpel aja sih mau bahagia. Tapi well, yaudah at least I wanna be happy. Like, literally mau seneng aja hidupnya. Belum pernah merasakan ambisi untuk menjadi akademisi pinter yang harus S2 S3, atau jadi CEO apa.. 

Mau punya keluarga bahagia. Punya anak-anak dengan behave yang baik dan juga cerdas. Bisa berkreasi tanpa harus kerja dituntut waktu. Bisa menghabiskan waktu lebih untuk hobi. Punya pasangan yang dewasa dan tulus menerima apa adanya. Yaa kalo ada rezeki buat senang-senang juga mau sih.. 

If you know my life background, then you must realize why I wonder these things. 

---

Selalu berpikir untuk mengubah keadaan. For a better life-changing experience, I plan sometimes. Kadang bingung juga untuk mewujudkannya karena gue pasti kayak "ah ga mungkin lo kan mager". Ended up plan is only a plan. 

Entahlah.

Writing this post FULL OF FAILURES makes me feel like I really need miracle. That maybe a miracle of making me triggered to change my fate? Or what. I don't know. 

But I believe, whenever I come back and see this post. And I still feel the same. Well, I must not change at all. So please.. dear myself, don't. I hope we can change our fate :( like for sake, I hope so!!! Huhuhu...